Community Empowerment Strategies for Optimizing The Three J Program (Jamaah, Jam’iyah and Jariyah) at The Muhammadiyah Regional Leadership of Sragen Regency

Authors

  • Muh. Nur Rochim Maksum Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Febri Bekti Pangestu Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Kunny Habibah Ilmi Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Azka Musthofa Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Maryam Hanifah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Mega Laela Akhiru Nahar Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Rizqi Hidayati Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Aulia Anugerah Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/psikonomi.v7i1.15894

Keywords:

Community empowerment; Three J Program; Muhammadiyah.

Abstract

The Three J Program (Jamaah, Jam’iyah, and Jariyah) represents a strategic initiative of the Muhammadiyah Regional Leadership of Sragen Regency to strengthen the role of religious organizations as agents of community empowerment. However, the implementation of this program has not yet been fully optimized due to limited congregational participation, weak organizational governance, and the predominance of consumptive approaches in jariyah management. This community service activity aims to formulate and implement integrated and sustainable community empowerment strategies to optimize the Three J Program. The implementation method employed a participatory community empowerment approach through stages of needs identification, strategy formulation, mentoring, and participatory evaluation. The results indicate that strengthening jamaah as a social base increases participation and collective awareness; strengthening jam’iyah through improved organizational governance enhances program effectiveness and accountability; and optimizing productive jariyah contributes to community self-reliance and program sustainability. The integration of jamaah, jam’iyah, and jariyah within a unified strategic framework forms a holistic community empowerment model that is responsive to local needs. The Three J Program demonstrates strong potential as a best-practice model for sustainable community empowerment based on religious organizations.

Keywords: Community empowerment; Three J Program; Muhammadiyah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, M., & Rahman, F. (2019). Model pemberdayaan masyarakat berbasis organisasi keagamaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 110–125.

Arifin, Z. (2017). Evaluasi program pengabdian masyarakat partisipatif. Jurnal Ilmu Sosial, 9(1), 100–115.

Aziz, A., & Mulyani, S. (2020). Pengelolaan dana sosial keagamaan berbasis produktif. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 6(1), 80–95.

Burhani, A. N. (2016). Muhammadiyah dan transformasi sosial. Jurnal Sosiologi Reflektif, 10(1), 45–62.

Chambers, R. (2014). Participatory rural development. Journal of Community Development, 8(1), 25–40.

Fauzi, A. (2018). Wakaf produktif dan kesejahteraan umat. Jurnal Ekonomi Islam, 6(1), 60–75.

Fikri, M. (2019). Jariyah produktif dan pemberdayaan ekonomi umat. Jurnal Studi Ekonomi Islam, 10(2), 190–205.

Firmansyah, A. (2018). Tata kelola organisasi keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 9(2), hlm. 176.

Hakim, L. (2017). Budaya organisasi dan kepemimpinan kolektif. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 11(2), hlm. 148.

Handayani, R., & Suryanto, B. (2020). Integrasi sosial, kelembagaan, dan ekonomi dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 6(2), hlm, 118.

Hanafie, A., & Ridwan, M. (2021). Akuntabilitas organisasi keagamaan dalam pengelolaan dana sosial. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sosial, 6(2), hlm. 121.

Hidayat, S. (2020). Kaderisasi organisasi keagamaan. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 120–140.

Kurniawan, D. (2019). Tata kelola organisasi masyarakat sipil. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 95–110.

Lestari, D., & Wahyuni, S. (2021). Modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas keagamaan. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), hlm. 145.

Ma’arif, A. (2018). Jamaah dan penguatan gerakan sosial keagamaan. Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan, 12(1), hlm. 67.

Mulkhan, A. M. (2014). Dakwah dan pemberdayaan umat. Jurnal Dakwah, 15(1), 65–80.

Nugroho, H. (2018). Sinergi kelembagaan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 125–140.

Nurhayati, E. (2019). Peran ormas Islam dalam pembangunan sosial. Jurnal Sosial Keagamaan, 4(2), 90–105.

Pranowo, B., & Huda, M. (2020). Partisipasi jamaah dalam program pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), hlm. 98.

Prasetyo, B., & Nugroho, R. (2017). Penguatan kelembagaan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan, 3(1), 50–65.

Putra, A. (2018). Fragmentasi program dan efektivitas pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 85–100.

Rahman, F. (2017). Literasi ekonomi dan penguatan kemandirian umat. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 5(2), 145–160.

Raharjo, S. (2019). Sinergi kelembagaan dalam program pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), hlm. 63.

Rahmawati, L. (2021). Akuntabilitas pengelolaan dana sosial. Jurnal Akuntansi Sosial, 8(2), 135–150.

Rofiq, A., & Santoso, B. (2017). Pemberdayaan komunitas berbasis organisasi Islam. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), hlm. 122.

Safitri, N. (2019). Modal sosial dan keberlanjutan program pemberdayaan. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 13(2), hlm. 203.

Sari, M. (2019). Pendampingan masyarakat berbasis partisipasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 80–95.

Setiawan, A., & Putri, D. (2020). Strategi kolaboratif dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 55–70.

Sulaiman. (2019). Kesadaran kolektif dan pemberdayaan jamaah. Jurnal Studi Masyarakat Islam, 10(2), hlm. 214.

Sumodiningrat, G. (2015). Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan, 12(1), 80–95.

Susanto, D., & Kurniawan, R. (2020). Penguatan kapasitas manajerial organisasi masyarakat. Jurnal Manajemen Sosial, 8(1), hlm. 94.

Suyatno. (2018). Jamaah sebagai basis gerakan sosial Islam. Jurnal Studi Islam, 13(1), 85–100.

Wahyuni, S., & Latif, A. (2020). Dinamika organisasi Muhammadiyah daerah. Jurnal Al-Tajdid, 6(2), 105–120.

Wibowo, A. (2018). Metode pemetaan sosial partisipatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 10(2), 115–130.

Wicaksono, D., & Mardiyah, L. (2021). Pembelajaran organisasi dalam pengembangan masyarakat. Jurnal Manajemen Sosial, 9(1), hlm. 74.

Wulandari, T., & Prasetyo, A. (2021). Transparansi pengelolaan dana sosial dan kepercayaan masyarakat. Jurnal Akuntansi Sosial, 7(2), 110–125.

Yuliana, S. (2017). Kepemimpinan partisipatif dalam pemberdayaan komunitas. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), hlm. 156.

Zubaedi. (2016). Pengembangan masyarakat: Wacana dan praktik. Jurnal Pengembangan Sosial, 7(1), 40–55.

Downloads

Submitted

2026-01-26

Published

2026-06-30

How to Cite

Muh. Nur Rochim Maksum, Pangestu, F. B., Kunny Habibah Ilmi, Azka Musthofa, Maryam Hanifah, Mega Laela Akhiru Nahar, … Aulia Anugerah. (2026). Community Empowerment Strategies for Optimizing The Three J Program (Jamaah, Jam’iyah and Jariyah) at The Muhammadiyah Regional Leadership of Sragen Regency. Abdi Psikonomi, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.23917/psikonomi.v7i1.15894

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.