Analysis of Sanitation Independence Against Environmentally Based Disease Risks in Coastal Areas of Pangkep Regency

Authors

  • Ayu Puspitasari Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Nurul Hikmah B Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Didit Fachri Rifai STIEM Bongaya Makassar
    Indonesia
  • Andi batari Salsabilla Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Nurhikmah Nurhikmah Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Dhyah Fathih Gassani Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Andi Megawati Syamsir Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia
  • Nadya Nadya Universitas Muslim Indonesia
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jk.v19i2.14505

Keywords:

Coastal areas, environmentally based diseases, self-reliance, sanitation

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Indonesia diperparah oleh sanitasi yang tidak memadai, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya perhatian pemerintah. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan adanya masyarakat yang menggunakan air tercemar dan mempraktikkan pengelolaan limbah yang buruk, sehingga meningkatkan risiko penyakit seperti diare, kolera, dan stunting. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran tokoh adat memengaruhi prevalensi penyakit terkait lingkungan di Desa Tamangapa, Kabupaten Pangkep. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 1.137 kepala keluarga, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner untuk menilai kemandirian sanitasi dan faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit terkait lingkungan. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sanitasi memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko penyakit terkait lingkungan (p = 0,003). Sebaliknya, pengetahuan tentang sanitasi (p = 0,124) dan peran pemerintah (p = 0,068) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Peran tokoh adat (p < 0,001) dan kemampuan finansial (p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko penyakit terkait lingkungan. Kesimpulan: Ketersediaan sanitasi, peran tokoh adat, dan kemampuan finansial merupakan faktor penting yang berkaitan dengan risiko penyakit terkait lingkungan di kalangan masyarakat pesisir. Penguatan infrastruktur sanitasi, kemampuan ekonomi masyarakat, dan pelibatan tokoh adat dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko kesehatan lingkungan di wilayah pesisir.

 

Introduction: Environmental health issues in Indonesia's coastal regions are exacerbated by inadequate sanitation, economic limitations, and insufficient government focus. The 2023 Indonesian Health Survey reveals communities using contaminated water and poor waste disposal practices, heightening risks for diseases like diarrhea, cholera, and stunting. This study investigates how traditional leaders impact the prevalence of these environmentally related diseases in Tamangapa Village, Pangkep Regency. Methods: This study employed an analytic observational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of 1,137 household heads, with a sample of 92 respondents selected using accidental sampling. Data were collected through questionnaire-based interviews to assess sanitation independence and factors related to the risk of environmentally related diseases. The data were analyzed using linear regression. Results: The results showed that sanitation availability had a significant effect on the risk of environmentally related diseases (p = 0.003). In contrast, sanitation knowledge (p = 0.124) and the role of the government (p = 0.068) did not have significant effects. The role of traditional leaders (p < 0.001) and financial capacity (p < 0.001) had significant effects on the risk of environmentally related diseases. Conclusion: Sanitation availability, the role of traditional leaders, and financial capacity are important factors associated with the risk of environmentally related diseases among coastal communities. Strengthening sanitation infrastructure, community economic capacity, and the involvement of traditional leaders may contribute to reducing environmental health risks in coastal areas.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Submitted

2025-12-09

Accepted

2026-08-17

Published

2026-09-01

How to Cite

Puspitasari, A., B, N. H., Rifai, D. F., Salsabilla, A. batari, Nurhikmah, N., Gassani, D. F., … Nadya, N. (2026). Analysis of Sanitation Independence Against Environmentally Based Disease Risks in Coastal Areas of Pangkep Regency. Jurnal Kesehatan, 19(2), 131–142. https://doi.org/10.23917/jk.v19i2.14505