Student Volunteers’ Contributions to Public Health Services during COVID-19: Evidence from Vaccination Support, Protocol Supervision, and Hospital Assistance within MBKM Context
DOI:
https://doi.org/10.23917/jk.v19i2.13246Keywords:
Humanitarian projects, independent learning, independent campus, job skills, student volunteeringAbstract
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menciptakan permintaan layanan kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan universitas memobilisasi mahasiswa sukarelawan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut; namun, hanya sedikit penelitian yang mengevaluasi proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan mahasiswa sukarelawan dalam Proyek Kemanusiaan "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" (MBKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dengan metode campuran (mixed-method) ini mengkaji lima kegiatan kemanusiaan terkait COVID-19 yang melibatkan mahasiswa sukarelawan UMS dalam konteks pelaksanaan MBKM. Kami mengukur tingkat kepatuhan pelaksanaan menggunakan rubrik penilaian terstruktur dan mendeskripsikan karakteristik responden. Persepsi mengenai kontribusi layanan kesehatan dan hambatan yang dihadapi dianalisis secara tematik (metode Braun–Clarke) berdasarkan jawaban survei daring terbuka dari sukarelawan yang dipilih secara purposif (n=24), dengan pelaporan yang disesuaikan dengan standar SRQR. Hasil: Lima jenis kegiatan menunjukkan kontribusi layanan yang nyata: bantuan bagi vaksinator dan dukungan registrasi/TI, pengawasan penggunaan masker dan jaga jarak di lokasi pemungutan suara, serta dukungan non-klinis di rumah sakit yang memungkinkan pengalihan tugas (task-shifting). Manfaat yang dirasakan terutama terkait dengan kelancaran alur pasien dan efisiensi operasional. Namun, tingkat kepatuhan pelaksanaan MBKM tergolong rendah hingga sedang (22,2–50%) dan terkendala oleh SOP yang tidak jelas, pengawasan yang terbatas, serta ketidakjelasan peran. Di sisi lain, mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan lunak (soft skills) selama kegiatan berlangsung. Kesimpulan: Mahasiswa sukarelawan memberikan nilai tambah bagi kesehatan masyarakat dengan memperkuat operasional vaksinasi, mendorong kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan memungkinkan pengalihan tugas dalam alur kerja rumah sakit; SOP yang jelas, serta pengawasan dan pemantauan yang memadai, diperlukan untuk meningkatkan dampak kesehatan dan kompetensi sukarelawan.
Background: The COVID-19 pandemic created an unprecedented demand for public health services, and universities mobilized student volunteers to help meet these needs, yet few studies have evaluated this process. This study aims to evaluate the activities of student volunteers in the Humanitarian Project "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" organized by the University of Muhammadiyah Surakarta (UMS) during the Covid-19 Pandemic. Method: This mixed-methods study assessed five COVID-19 humanitarian activities involving UMS student volunteers within an MBKM implementation context. We quantified implementation adherence using a structured scoring rubric and described respondent characteristics. Perceived health-service contributions and barriers were examined through thematic analysis (Braun–Clarke) of open-ended online survey responses from purposively sampled volunteers (n=24), with reporting aligned to SRQR. Results: Five activity types showed tangible service contributions: assistance with vaccinators and registration/IT, supervision of masking and distancing at polling sites, and non-clinical hospital support enabling task-shifting. Perceived benefits centred on smoother patient flow and operational efficiency. However, MBKM implementation adherence was modest (22.2–50%) and constrained by unclear SOPs, limited supervision, and role ambiguity. However, students experienced an increase in soft skills during the event. Conclustion: Student volunteers added public-health value by bolstering vaccination operations, promoting protocol compliance, and enabling task-shifting in hospital workflows.; clear SOPs, supervision, and monitoring are needed to enhance health impact and volunteer competency.
Downloads
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Linna Suswardany, Muhtadi Muhtadi, Ambarwati Ambarwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










