Legal Transcendence of the Narcotics Policy: Efforts to Humanize Regulations on Medical Usage in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.23917/jtl.v7i2.14451Keywords:
hukum transendental, narkotika medis, humanisasi hukum, kebijakan hukum, keadilan substantif, transcendental law, medical narcotics, legal humanization, legal policy, substantive justiceAbstract
Kebijakan hukum narkotika di Indonesia masih berorientasi pada paradigma legal formal yang menekankan pelarangan tanpa ruang memadai bagi penggunaan medis. Padahal dalam praktik global sejumlah negara telah membuka ruang legalisasi terbatas bagi penggunaan medis narkotika tertentu, seperti ganja untuk tujuan terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum narkotika Indonesia dalam perspektif hukum transendental, dengan fokus pada upaya humanisasi regulasi melalui nilai kemanusiaan, moralitas, dan spiritualitas hukum. Dengan menggunakan pendekatan normatif filosofis dan studi kasus, penelitian ini menelaah konflik antara larangan hukum positif dan hak atas kesehatan warga negara, sebagaimana tampak dalam kasus Santi Warastuti dan perjuangan legalisasi ganja medis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum narkotika di Indonesia masih terjebak dalam formalisme normatif yang mengabaikan nilai transendensi dan kemanusiaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekonstruksi hukum berbasis nilai transendental yang menempatkan hukum bukan hanya sebagai alat pengendalian sosial, tetapi juga sebagai sarana pemeliharaan kehidupan dan kemaslahatan manusia.
In Indonesia, legal policies on narcotics still orient towards the formal legal paradigm emphasizing prohibition without an adequate room for medical usage. Conversely, in the global practice, several countries have opened room for the limited legalization of the medical usage of certain narcotics, such as the use of cannabis for therapeutic purposes. This research aims to analyze legal policies on narcotics in Indonesia from a transcendental law perspective, with the focus on the efforts to humanize regulations through the values of humanity, morality, and spirituality. By employing the philosophical-normative and case study approaches, this research analyzes the conflict between the prohibition of positive law and citizens’ rights to health, as shown in the case of Santi Warastuti and the effort to legalize medical cannabis in Indonesia. Research results show that the legal policies on narcotics in Indonesia are still trapped in normative formalism that neglects the values of humanity and transcendence. Therefore, there needs to be a transcendental value-based reconstruction of law that places the law not merely as an instrument of social control, but also as a facility to maintain life and bring benefit (maslahah) to humanity
Downloads
References
Abdurrachman, H., Sudewo, F. A., & Idayanti, S. (2023). Prospek Legalisasi Ganja Untuk Kebutuhan Medis. Salam Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 10(5). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v10i4.33839
Ali, Z. (2016). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Ambarwati, D. F. (2025). Perlindungan Hukum Penanaman Ganja Medis. Pagaruyuang Law Journal. Retrieved from https://repository.um-surabaya.ac.id/id/eprint/10777/
Arfiani, N., & Utami, C. I. W. (2022). Penggunaan Ganja Medis Dalam Pengobatan Rasional Dan Pengaturannya di Indonesia. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 2(1), 56–68. https://doi.org/10.30649/jhek.v2i1.45
Aringga, R. D., & Saputra, A. A. (2024). The Urgency of Narcotics Law Certainty in Indonesia After the Ratification of the Single Convention for Medical Purposes. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 6(2), 193–207. https://doi.org/10.58824/mediasas.v6i2.143
Arlinta, D. (2025, May 13). Ganja untuk Keperluan Medis, Menakar Besarnya Manfaat dan Risiko. Kompas. Retrieved from https://www.kompas.id/artikel/ganja-untuk-keperluan-medis-menakar-besarnya-manfaat-dan-risiko
Asmoro, W., & Samputra, P. L. (2021). Analisis Naratif Kebijakan: Kebijakan Ganja Medis di Indonesia. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 5(1), 13–24. https://doi.org/10.21787/mp.5.1.2021.13-24
Assanangkornchai, S., Thaikla, K., Talek, M., & Saingam, D. (2022). Medical cannabis use in Thailand after its legalization: a respondent-driven sample survey. PubMed Central. https://doi.org/10.7717/peerj.12809
Athallah, M. Z., Izza, A. R., & Rizky, F. A. (2024). Penggunaan Narkotika dan Psikotropika sebagai Media Pengobatan Menurut Pandangan Islam. VitaMedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(4), 109–119. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v2i4.207
Bagir, A. H. M. (2024). Pembatasan Pemanfaatan Ganja untuk Kepentingan Medis dalam Perspektif Kepastian Hukum Kesehatan di Indonesia. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 2(4), 60–75. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v2i4.1656
BNN Public Relations. (2025a, June 20). BNN Percepat Penyelarasan RUU Narkotika Jelang Berlakunya UU KUHP 2023. BNN. Retrieved from https://bnn.go.id/bnn-percepat-penyelarasan-ruu-narkotika-jelang-berlakunya-uu-kuhp-2023/
BNN Public Relations. (2025b, July 16). BNN Dorong Revisi UU Narkotika, Fokus Pada Regulasi Berkeadilan. BNN. Retrieved from https://bnn.go.id/bnn-dorong-revisi-uu-narkotika-fokus-pada-regulasi-berkeadilan/
Dimyati, K., & Wardiono, K. (2004). Metode Penelitian Hukum (Legal Research Method). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/273144379_Metodologi_Penelitian_Hukum
Endah, T., Budi, S. I., & Sinintha, S. (2024). Politik Hukum Melegalisasikan Ganja Sebagai Alternatif Pengobatan Secara Medis. Jurnal Legal Reasoning, 6(2), 150–168. https://doi.org/10.35814/jlr.v6i2.6593
Fauziyah, W. (2022). Perlunya Regulasi Terhadap Peraturan Penggunaan Ganja di Indonesia Ditinjau dari Kepentingan Medis. Jurnal Panorama Hukum, 7(2), 168–178. https://doi.org/10.21067/jph.v7i2.7702
Firdausi, M., Imaduddin, A., & Ulya, F. (2022). Dilematik Penggunaan Ganja Medis di Indonesia (Tinjuan Analisis Perspektif Konstitusi Hukum di Indonesia dan Hukum Islam). The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(2). https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i2.254
Harmiko, M. W. (2024). Prespektif Hukum Dan Hak Asasi Manusia Mengenai Legalisasi Narkotika Untuk Keperluan Medis. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(1). https://doi.org/10.62379/xnx8ar05
Ilfas, M. N. (2023). Kajian Yuridis Terhadap Narkotika Golongan I Untuk Kebutuhan Medis Dan Pelayanan Kesehatan Di Tinjau Dari Putusan Mahkamah Konsitusi Nomor 106/Puu-Xviii/2020. Lex Administratum, 11(5). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/50772
International Narcotics Control Board. (2025, March 11). INCB Narcotic Drugs 2024 report notes unequal access to opioid analgesics in lower-income countries despite sufficient global availability of raw materials, increase in the use of fentanyl and cannabis. INCB. Retrieved from https://www.incb.org/incb/en/news/news_2025/incb-narcotic-drugs-2024-launch.html
Kartika, A., Wahyuni, W. S., & Marsella. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Status Cannabidiol (CBD) dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Untuk Pemanfaatan Kesehatan. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 5(2). https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.2834
Kuwado, F. (2022, July 6). Meluruskan Pemahaman Legalisasi Ganja untuk Medis. Kompas JEO. Retrieved from https://jeo.kompas.com/meluruskan-pemahaman-legalisasi-ganja-untuk-medis
Lokollo, L., Salamor, Y. B., & Ubwarin, E. (2020). Kebijakan Formulasi Undang-undang Narkotika Dalam Legalisasi Penggunaan Ganja Sebagai Bahan Pengobatan di Indonesia. Jurnal Belo, 5(2). https://doi.org/10.30598/belovol5issue2page1-20
Mahfudh, M. A. S. (1994). Nuansa Fiqh Sosial. Yogyakarta: LKiS. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=oMF2DwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
Malik, S., Manalu, L., & Juniarti, R. (2020). Legalisasi Ganja Dalam Sektor Medis Perspektif Hukum. Jurnal Rechten: Riset Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 2(2). https://doi.org/10.52005/rechten.v2i2.52
Mohamed, E. A. (2024). Gerakan Legalisasi Ganja Medis di Indonesia (Studi pada Lingkar Ganja Nusantara). Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18(2). https://doi.org/10.35931/aq.v18i2.3395
Nasution, B. J. (2008). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Bandung: Mandar Maju.
Polda Riau dan Jajaran Ungkap 861 Kasus, 1.257 Tersangka Narkoba. (2024, June 8). PPID Riau. Retrieved from https://ppid.riau.go.id/berita/15314/polda-riau-dan-jajaran-ungkap-861-kasus--1-257-tersangka-narkoba
Raharjo, S. (2009). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.
Ramadan, D. (2023). Efektifitas Legalisasi Ganja Di Indonesia Untuk Keperluan Medis. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 1(1).
Rianida, P., Sianturi, C. R., Amalia, F., & Putri, D. C. W. (2025). Problematika Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 106/Puu-Xviii/2020 Dalam Judicial Riview Undang-Undang Narkotika Terkait Ganja Medis. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(3). Retrieved from https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/view/1729
Saksornchai, J. (2025, June 27). Thailand starts banning the sale of cannabis without a prescription. AP News. Retrieved from https://apnews.com/article/thailand-cannabis-ban-sales-prescription-04b9dc73d43a172cac2da04f0117ab3b
Wahyu, N. (2023). Analisis Tumbuhan Ganja Medis Dalam Perspektif Siyasah Syar’iyyah dan Undang-Undang Narkotika. TAHKIM, 19(2).
Wardiono, K. (2019). Prophetic: An Epistemological Offer for Legal Studies. Journal of Transcendental Law, 1(1), 17–41. https://doi.org/10.23917/jtl.v1i1.8797
Wibawa, I. N. T. P., Sugiartha, I. N. G., & Widyantara, I. M. M. (2023). Kepemilikan Tanaman Koka oleh Rumah Sakit untuk Tujuan Medis Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Jurnal Preferensi Hukum, 5(1), 57–62. Retrieved from https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/juprehum/article/view/8647
Zulfikri, A., & Jaman, U. B. (2022). Urgensi Legalitas ganja untuk kepentingan medis. Jurnal Hukum Dan HAM West Science, 1(1), 8–14.
Downloads
Submitted
Accepted
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farid Iskandar, Clarizze Yvoine Mirielle

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









