Abdi Geomedisains http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains <p>Abdi Geomedisains (E-ISSN 2746-1157, P-ISSN 2746-1165) is an open access, blind peer-reviewed journal managed by LPPM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abdi Geomedisains focuses on disseminating original articles based on community engagement activities conducted by academic entities, such as students, lecturers, and researches. The focus and scope of this journal are geography, dentistry, pharmacy, health sciences, and other related disciplines.</p> <p>The articles are published twice in a year, i.e. January and July.</p> en-US <ul> <li>Authors grant Abdi Geomedisains a licence to publish the article and identify itself as the original publisher.</li> <li>Authors grant Abdi Geomedisains commercial rights to produce hardcopy volumes of the journal for purchase by libraries and individuals.</li> <li>Authors grant any third party the right to use the article freely under the stipulation that the original authors are given credit and the appropriate citation details are mentioned.</li> <li>The article is distributed under the <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Attribution 4.0</a> License. Unless otherwise stated, associated published material is distributed under the same licence.</li> </ul> geomedisains@ums.ac.id (Hamim Zaky Hadibasyir, S.Si., M.GIS.) af993@ums.ac.id (apt. Arini Fadhilah, M.Si.) Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Susunan Redaksi http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/270 <p>Susunan Redaksi</p> Editorial Board Copyright (c) 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/270 Sat, 30 Jan 2021 00:00:00 +0000 Daftar Isi http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/271 <p>Daftar Isi</p> Editorial Board Copyright (c) 2021 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/271 Sat, 30 Jan 2021 00:00:00 +0000 Peningkatan Keterampilan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Melalui Pelatihan Software Pemetaan http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/211 <p>Kecanggihan teknologi pemetaan di era digital sekarang ini semakin berkembang. Banyak <em>software</em> pemetaan bermunculan baik yang berbayar ataupun gratis. Keterampilan dalam pengoperasian <em>software</em> ini sangat penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan kehutanan untuk menunjang materi pemetaan yang diajarkan di sekolah. Dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa dalam menggunakan perangkat lunak pemetaan, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan materi tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa konsep dan pengenalan ArcGIS, serta dilanjutkan dengan simulasi penggunaan <em>software</em> ArcGIS. Kuesioner juga dilaksanakan setelah pemaparan materi. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta mengapresiasi adanya kegiatan ini dan memberikan saran untuk dilakukan kegiatan pelatihan lanjutan baik tetap menggunakan ArcGIS maupun <em>software</em> pemetaan lain.</p> Vidya Nahdhiyatul Fikriyah, Khusna Furoida Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/211 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 Upaya Penguatan Manajemen Pemasaran Hasil Perikanan Berbasis Media Online di TPI Sendangbiru, Kabupaten Malang, Indonesia http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/199 <p><em>TPI Sendang Biru berada di Kabupaten Malang </em><em>memiliki potensi yang besar baik dalam bidang penyediaan pasokan ikan ataupun sarana prasarana penunjang lainnya. Pelabuhan perikanan tersebut dipersiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi perikanan di wilayah selatan Provinsi Jawa Timur. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2018 telah menyelesaikan relokasi pembangunan kios ikan berkonsep higienis pada wilayah tersebut untuk menunjang mutu hasil ikan dan harga jual ikan tetap tinggi. Sejalan dengan hal tersebut Pemerintah Propinsi Jawa Timur saat ini melakukan pengembangan jalur lintas selatan untuk mempermudah aksesbilitas. Namun, adanya wabah pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan dampak yang besar pada berbagai bidang termasuk bidang perikanan. Hal tersebut menyebabkan bukan hanya minat beli masyrakat yang menurun, namun keterbatasan jalur distribusi produk juga menghambat transaksi jual-beli masyarakat. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan pelatihan dan pembinaan manajemen pemasaran produk-produk perikanan di TPI Sendang Biru berbasis media jual-beli online. Metode edukasi yang dilakukan adalah seminar dengan topik strategi pemasaran digital berbasis media sosial dan workshop berbasis toko online atau </em><em>marketplace. Melalui program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam menghadapi tantangan-tantangan baru dalam penanggulangan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta dapat memperluas jejaring pemasaran para nelayan atau penjual ikan di wilayah tersebut bahkan hingga keadaan normal kembali. </em></p> Dian Aliviyanti, Bambang Semedi, Defri Yona, Muhammad Arif Asadi, Rarasrum Dyah Kasitowati, Citra Satrya Utama Dewi, Oktiyas Muzaky Lutfi, Andik Isdianto Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/199 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 Membangun Masyarakat Tangguh Bencana Melalui Sosialisasi dan Edukasi Modal Sosial Di Kabupaten Klaten http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/198 <p><em>Gempabumi merupakan salah satu bencana alam yang sangat merusak dan dapat mengakibatkan korban luka, meninggal dunia, kerusakan sarana prasarana dan terganggunya jaringan sosial. Kabupaten Klaten merupakan salah satu wilayah paling rawan dan rentan terhadap gempabumi. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen bencana yang baik secara struktur maupun implementasinya. Salah satu variabel penting dalam manajemen bencana adalah modal sosial (social capital) masyarakat karena modal sosial (social capital) merupakan salah satu unsur dalam strategi penghidupan (livelihood) masyarakat. Pengetahuan masyarakat Kabupaten Klaten akan pentingnya modal sosial (social capital) perlu ditingkatkan, salah satunya melalui sosialisasi terhadap organisasi kemasyarakatan Nasyiatul Aisyiyah Klaten Selatan. Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 64 orang peserta anggota Nasyiatul Aisyiyah Klaten Selatan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya modal sosial (social capital) dalam menghadapi bencana gempabumi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas (capacity) masyarakat dan menurunkan tingkat kerentanan (vulnerability), sehingga risiko (risk) bencana gempabumi di Kabupaten Klaten juga dapat dikurangi.</em></p> Yunus Aris Wibowo, Lintang Ronggowulan, Ayu Fatonah, Rose Ana Anggun Fajariyah Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/198 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 Optimalisasi GERMAS dalam Pencegahan Stunting di Desa Rejosari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/203 <p>Hasil Rikesdas 2018 di Indonesia mencapai 30,8 persen balita stunting. Itu dapat dikatakan setiap 3 atau 4 balita terdapat satu anak Indonesia mengalami stunting. Dengan melakukan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), maka masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari perilaku masyarakat sehingga masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dengan penerapan perilaku hidup sehat dan penerapan STBM 5 Pilar maka gerakan masyarakat ini juga sangat mendukung upaya penurunan stunting. Gerakan masyarakat sebagai bagian dari strategi yang dapat digunakan agar masyarakat ikut peduli dalam penanganan stunting. Melalui program gerakan masyarakat (germas), terdapat 7 langkah germas yang menjadi panduan dalam menjalani pola hidup yang lebih sehat. Kader posyandu adalah garda depan pelayanan dan sebagai penggerak masyarakat, maka dengan diakadan refresing kader tentang optimasilasi GERMAS dalam pencegahan stunting, kader dapat turut serta dalam promosi, preventif pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini ini menggunakan metode yang berfukos edukasi pada kader kesehatan yang dikemas dalam mini seminar dalam peningkatan pengetahuan kader tentang stunting dan kegiatan germas, penerapan STBM 5 Pilar dalam kehidupan sehari hari, sehingga kader dapat melakukan deteksi dini kejadian stunting dan masyarakat tergugah untuk melakukan hidup sehat sesuai dengan anjuran pemerintah dalam gerakan masyarakat</p> Fitria Hayu Palupi, Siskana Dewi Rosita, Gipfel Remedina Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/203 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 PKM Penanganan Stunting Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap: Sasaran Keluarga Dengan Anak Stunting http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/207 <p><em>Pentingnya pengabdian masyarakat ini karena a</em><em>ngka prevalensi kejadian stunting masih sangat tinggi di Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap. Maka dari itulah perlu dilakukan penanganan stunting dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan olahan berbahan dasar lokal pada anak dan balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dengan stunting di Desa Kawunganten Lor. Metode pengabdian dilakukan dengan pelatihan, demonstrasi dan kampanye pembuatan olahan makanan tambahan berbahan makanan lokal.</em> <em>Pada pengabdian ini telah berhasil dilakukan penyuluhan pentingnya gizi anak, pelatihan pembuatan olahan makanan berbahan dasar lokal, pemberian makanan tambahan, pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan diawali dengan pendataan jenis tanaman lokal sumber gizi, kegiatan memperbanyak jumlah tanaman, pelatihan pembuatan olahan makanan tambahan berbahan dasar lokal, pemberian makanan tambahan pabrikan, dan pencatatan konsumsi makanan. Hasil yang diperoleh adalah mitra keluarga dengan anak stunting mampu mengidentifikasi bahan lokal untuk bahan makanan tambahan, mitra mampu memproduksi makanan tambahan. Derajat kesehatan keluarga dengan anak stunting meningkat. Setelah pengabdian ini dilakukan, masyarakat mitra mulai tergerak akan pentingnya kesehatan dan upaya penanganan stunting pada anak. </em></p> Kasron Kasron, Susilawati Susilawati, Wishnu Subroto Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/207 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 Pengaruh Sosialisasi DAGUSIBU Obat Tetes Mata Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Media Sosial Instagram http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/230 <p><em>Obat tetes mata merupakan salah satu sediaan steril yang berupa larutan</em><em> atau suspensi</em><em>. Pengetahuan sebagian masyarakat terkait obat tetes mata masih kurang. Program DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, buang) obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merupakan salah satu srategi dalam mencapai pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. </em><em>Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan masyarakat tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat tetes mata dengan benar. Penyuluhan dilakukan </em><em>melalui media sosial Instagram yang berup</em><em>a</em><em> video edukasi animasi yang berdurasi 2 menit 09 detik</em><em>.</em> <em>Sebelum dan setelah menyaksikan video penyuluhan, responden diminta untuk mengisi kuesioner yang diberikan melaui google form. Data pre-test dan post-test dilakukan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji t berpasangan. Sebanyak 82 responden berpartisipasi dalam sosialisasi tetes mata. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan responden dengan kisaran antara 2,4% sampai 30,5%. U</em><em>ji normalitas didapatkan hasil bahwa jawaban kuesioner terdistribusi normal dengan nilai p value &gt; 0,05. Uji t berpasangan menunjukkan nilai p value &lt; 0,05 </em><em>yang berarti</em><em> bahwa penyuluhan secara online melalui media sosial </em><em>dapat</em> <em>m</em><em>eningkat</em><em>k</em><em>an pengetahuan masyarakat tentang</em><em> obat</em><em> tetes mata</em><em> secara signifikan</em><em>.</em></p> Hidayah Karuniawati, Salsabila, Trisya Nur Pratiwi, Kurnia Eryani, Devi Rahmawati, Rahma Saritri Cahyani, Amalya Maulida, Thalia Fiandra, Zuhroh Tustika Vieda, Oktri Viyanti Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/230 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000 Menggugah Literasi Geografi Bagi Guru Geografi di Tingkat Pendidikan Menengah http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/204 <p><em>Budaya literasi sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan bagi kalangan akademisi utamanya tenaga pendidik atau guru. Budaya literasi yang dimaksud bukan hanya sekedar budaya membaca melainkan budaya dalam menghasilkan karya dalam bentuk tulisan berupa publikasi ilmiah. Saat ini, publikasi berupa tulisan sudah diintegrasikan sebagai salah satu syarat dalam pengembangan karir atau kinerja guru jika guru ingin meningkatkan jabatan fungsional. Selain itu pentingnya budaya literasi juga dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam pengajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman. Disisi lain, pentingnya budaya literasi ternyata tidak diimbangi dengan jumlah publikasi tulisan yang dihasilkan oleh guru. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang berhenti jenjang kepangkatannya karena tidak adanya publikasi tulisan. Rendahnya jumlah publikasi tulisan guru disebabkan rendahnya motivasi dalam menghasilkan publikasi akibat kurang mengertinya tata cara dalam menghasilkan publikasi tulisan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya berupa workshop dan pelatihan mengenai cara-cara dalam melakukan publikasi tulisan sehingga dapat meningkatkan motivasi guru dalam menghasilkan karya tulis. Hasil peningkatan motivasi guru dalam menulis karya tulis melalui workshop dan pelatihan menunjukkan bahwa semua guru dapat menghasilkan karya tulis jika diberikan motivasi dan pengetahuan mengenai cara-cara menulis. Hal ini terlihat dari beberapa karya yang dihasilkan dari guru setelah mengikuti kegiatan workshop dan pelatihan.</em></p> Priyono, Danardono Copyright (c) 2021 Abdi Geomedisains https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 http://journals2.ums.ac.id/index.php/abdigeomedisains/article/view/204 Sat, 30 Jan 2021 00:00:00 +0000